FORUM KOMUNIKASI PEMUDA ISLAM


Latest topics
» Izwan Collection
Sat Feb 01, 2014 4:07 pm by Iwan Nirwana

» MAULID NABI DAN KONTROVERSI MAKNA BID'AH
Mon Jan 06, 2014 4:12 pm by Iwan Nirwana

» Bacaan Melihat dan Melewati Iringan Jenazah
Sat Jan 04, 2014 6:34 pm by Iwan Nirwana

» 1.2 TRILIUN RUPIAH HANYA UNTUK KEMBANG API
Thu Jan 02, 2014 6:41 pm by Iwan Nirwana

» lintas alam FKPI
Thu Dec 26, 2013 11:54 pm by Kalila

»  all sahabat-sahabat
Sat Sep 08, 2012 1:24 pm by agussonisetiawan

» Kisah Si Pitung Jagoan Betawi
Fri May 04, 2012 10:42 pm by Tamu

» Tips mempercepat koneksi internet anda
Fri Apr 13, 2012 1:47 pm by Sharingan Eyes

» Download lagu2 islami
Fri Apr 13, 2012 1:42 am by Iwan Nirwana

"JADWAL SHOLAT UNTUK DAERAH DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA"
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar


Keajaiban Air Kolam Masjid Tertua di Mataram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Keajaiban Air Kolam Masjid Tertua di Mataram

Post by Iwan Nirwana on Thu Aug 12, 2010 11:28 am


VIVAnews - Masjid Al-Ra'isiyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Bengak berdiri kokoh diantara perkampungan warga di Sekarbela, Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 10 hektare itu merupakan peninggalan tokoh Islam bernama Gaus Abdul Razak yang hidup pada abad
ke 17 Masehi.

Menurut sesepuh masyarakat setempat bernama Haji Alwi, hadirnya tokoh Islam bernama Gaus Abdul Razak asal Jawa itu tidak lain ingin menyebarkan ajaran Islam di Pulau Lombok.

Bahkan, menurut cerita, setiap tempat yang disinggahinya selama di Lombok, selalu diiringi munculnya sumber mata air, yang salah satunya terletak di Masjid Al-Ra'isiyah di Kota Mataram ini.

Menurut Haji Alwi dulunya daerah Kampung Sekarbela itu dikenal sebagai daerah tandus. Dalam sejarahnya daerah itu merupakan bagian dari daerah kekuasaan kerajaan Hindu dibawah pimpinan Anak Agung.

Tak heran jika masyarakat Kampung Sekarbela saat itu, menganut faham animisme. Namun kondisi itu berubah seketika saat Gaus Abdul Razak masuk ke wilayah itu dan menyebarkan ajaran Islam.

Suatu ketika, Gaus Abdul Razak memimpin sebuah pengajian di masjid tersebut. Anehnya, tiba-tiba keluar air deras dari dalam tanah. Masyarakat
kaget sehingga mereka pun menggalinya hingga kedalaman 8 meter.

"Keajaiban munculnya air yang berlimpah telah menyadarkan masyarakat setempat dan memeluk Islam," kata Haji Alwi yang ditemui VIVAnews di kediamannya, Rabu 11 Agustus 2010.


Mata air tersebut, lanjut Alwi lambat laun terus membesar sehingga membentuk kolam. Meski demikian air tersebut tidak merusak bangunan masjid yang pada saat itu terbuat dari kayu ipil dengan beratapkan alang.

Itulah mengapa masjid tersebut dinamakan 'Bengak', lantaran diambil dari bahasa sasak yang berarti heran. Masyarakat menjadi heran dengan kemunculan air yang berlimpah dari dalam tanah tersebut, yang akhirnya memakmurkan kehidupan warga.

Tidak cukup sampai disitu, masyarakat mempercayai air tersebut mengandung kekuatan supranatural. Bahkan konon pada masa penjajahan Jepang, air itu berubah menjadi minyak yang oleh warga diyakini mampu menjadi kekebalan tubuh dari senjata tajam. Bahkan, sejumlah tentara Jepang yang terluka juga konon dibawa ke Masjid itu untuk memperoleh pengobatan.

Untuk menjaga kelestariannya, masyarakat sekitar membuat kolam berukuran 5 x 15 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter, tepat didepan mimbar Masjid. Selain kolam juga terdapat sumur tua.

Namun, sayangnya, hingga masjid tersebut semakin ramai di padati umat Islam yang beribadah, dan air yang keluar dari tanah kian membesar, Gauz Abdul Rozak meninggalkan kampung tersebut, dan menghilang hingga kini belum diketahui keberadaan makamnya.

"Kami pun heran, kemana beliau pergi, kalaupun tewas dimana di makamkan kami tidak pernah tahu," tuturnya.

Meski demikian, dalam perkembangannya, terus mengalami kamajuan. Hingga saat ini terhitung sudah empat kali Masjid direnovasi hingga menghabiskan biaya Rp400 juta lebih, dari masyarakat setempat. Kini bangunan Masjid sudah berbahan beton.

Tekstur bangunan Masjid Al-Ra'isiyah itu meniru Masjid Nabawi.Hal tersebut tampak dari bentuk kubah dan menara setinggi 63 meter. Bahkan dinding pada mimbar Masjid berbahan marmer yang diambil dari Lampung Sumatera Selatan.

Meski modern, Masjid tersebut tetap memiliki sejarah. Sebab mimbarnya dihiasi oleh ukiran kayu ipil berwarna hitam setinggi 20 meter.

Kayu tersebut diperkirakan berusia 100 tahun lebih. "Kayu itu merupakan salah satu peninggalan sejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh. Kayu tersebut kami ukir dengan kaligrafi ayat Al-Qur'an surat Al Jum'ah," ujar Alwi.

Masjid Bengak itu, menurut Alwi, merupakan Masjid tertua di Kota Mataram. Keberadaan Masjid itu menggambarkan kehidupan masyarakatnya yang Islami. Tidak jauh dari Masjid tersebut berdiri Pondok Pesantren yang didirakan oleh Tuan Guru Haji Muhammad Rais.

Kini, masyarakat banyak menghabiskan waktu berbuka sambil duduk-duduk santai di palataran masjid. Haji Alwi menjelaskan suasana Masjid Bengak tersebut tetap ramai meskipun dihari biasa. (hs)[url][img][/img][img][/img][img][/img][img][/img]

_________________
BANGKIT DAN BERGERAKLAH.. KARENA DIAM IDENTIK DENGAN KEMATIAN


Iwan Nirwana
::.::ANAK BAWANG::.::
::.::ANAK BAWANG::.::

Jumlah posting : 162
Points : 419
Reputation : 10
Join date : 30.11.09
Age : 33
Lokasi : Bojong sari - Depok

Lihat profil user http://fkpi.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik